Jakarta - Pemerintah Indonesia dengan China akan menjalin kerjasama bidang industri. Hal ini akan dipertegas saat kunjungan Perdana Menteri (PM) China Wen Jiabao ke Indonesia pada 28-30 April 2011.
"Kementerian Perindustrian Indonesia sedang menyiapkan MoU dengan Kementerian Perindustrian China untuk menggalakan investasi industri. Mudah-mudahan bisa dilakukan," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat kepadadetikFinance, Minggu (24/4/2011).
Ia mengatakan, jalinan kerjasama industri kedua negara, bagi Indonesia dapat mendorong investasi China di Indonesia. Utamanya kerjasama teknologi industri. Selain itu, diharapkan dari kerjasama ini dapat mendorong keseimbangan perdagangan kedua negara, yang selama ini terjadi ketimpangan dimana China begitu superior.
"Draft konsep sudah siap, sudah dijadwalkan, mudah-mudahan bisa dilakukan pada saat kunjungan PM China," jelas Hidayat.
Selain kerjasama itu, pemerintah akan mendorong pengembangan standar nasional Indonesia (SNI) sebagai bentuk pengawasan produk industri. Indonesia berharap industri China bisa merealisasikan investasi mereka di Indonesia.
Hidayat menjelaskan, konsep kerjasama ini setidaknya ia matangkan saat kunjungannya ke China beberapa hari lalu. Pekan lalu, ia bersama 120 pengusaha yang tergabung dalam persatuan pengusaha Tionghoa Indonesia,berkunjung ke Hanchou dan Shanghai China dalam rangka forum bisnis Indonesia-China.
"Saya sendiri, saya mewakili membawa bendera Indonesia. Saya ke China dalam rangka untuk membuka forum bisnis Indonesia-China, dari Indonesia 120 pengusaha persatuan pegusaha Tionghoa (Indonesia) disana 170 pengusaha total 300 pengusaha. Saya menjadi keynote speech," katanya.
Suhendra - detikFinance


